Minggu, 23 Juni 2019
Sabtu, 01 Juni 2019
Ponpes Tahfidz Al-Fitroh Menjadi Motivasi TPA Taman Pintar Di Bidang Tahfidz AL-Qur'an Wisuda disiapkan 230 Kursi dan Ditempatkan di Aula Ponpes.
kbtpa tamanpintar
08.01
tpatamanpintar.blogspot.com Kudus, Sabtu, 1 Juni 2019 jika edisi januari sudah kita informasikan tentang bergabungnya se-orang guru tahfidz Al-Qur'an beliau Romo Yai Ahmad As-Ari Al-khafidz, maka berdirinya ponpes tersebut menjadi satu nafas tentang lembaga PAUD yang ditekankan kepada pemahaman keilmuan khususnya ulumul Qur'an.
Keberadaan PONPES Tahfidz yang menerima usia sekolah dasar (SD), maka menjadi motivasi tersendiri Taman Pintar untuk bermitra dalam mengarahkan lulusan dari lembaga TPA Taman Pintar tersebut.
Sudahbarang tentu penyelenggara TPA Taman Pintar akan melobi bahkan bekerjasama dalam mengarahkan santri atau murid taman pintar untuk dimasukan ke PONPES tersebut, khususnya yang santri putra sebab pondok Al-Fitroh hanya mengambil yang putra saja.
Langkah yang akan di tempuh yaitu melobi pihak ponpes agar ditempatkannya wisuda TPA - KB Taman Pintar di aula ponpes Al-Fitroh Medini gang 12. Dengan persiapan yang maksimal maka akan diundangnya seluruh wali santri Taman Pintar baik Bapak dan Ibu Wali santri. Sebab jumlah santri di Taman Pintar berkisar 100 siswa maka akan disediakan sekitar 230 kursi dalam Akhirusanah/Wisuda Tahun Ajaran 2018-2019 bertepatan hari Minggu tanggal 23 Juni 2019.
Senin, 06 Mei 2019
Tiga Tipe Belajar Anak Sebagai Metode Pembelajaran Yang Tepat di Lembaga TPA Taman Pintar
kbtpa tamanpintar
06.03
Gambar di ambil oleh Bunda Puji
tpatamanpintar.blogspot.com, Kudus,
Senin 6 Mei 2019, Jika kita memperhatikan pola anak dalam belajar maka anak memiliki
tiga tipe belajar yaitu Auditori, Visual dan Kinestetik. Berikut adalah
penjelasan yang saya ambil dari belajarpsikolog.com
1. AUDITORI (Auditory Learners )
Gaya belajar Auditori (Auditory
Learners) mengandalkan pada pendengaran untuk bisa memahami dan mengingatnya.
Karakteristik model belajar seperti ini benar-benar menempatkan pendengaran
sebagai alat utama menyerap informasi atau pengetahuan. Artinya, kita harus
mendengar, baru kemudian kita bisa mengingat dan memahami informasi itu.
Karakter pertama orang yang memiliki gaya belajar ini adalah semua informasi
hanya bisa diserap melalui pendengaran, kedua memiliki kesulitan untuk menyerap
informasi dalam bentuk tulisan secara langsung, ketiga memiliki kesulitan
menulis ataupun membaca.
Ciri-ciri gaya belajar Auditori
yaitu :
- Mampu mengingat dengan baik penjelasan guru di depan kelas, atau materi yang didiskusikan dalam kelompok/ kelas
- Pendengar ulung: anak mudah menguasai materi iklan/ lagu di televise/ radio
- Cenderung banyak omong
- Tak suka membaca dan umumnya memang bukan pembaca yang baik karena kurang dapat mengingat dengan baik apa yang baru saja dibacanya
- Kurang cakap dalm mengerjakan tugas mengarang/ menulis
- Senang berdiskusi dan berkomunikasi dengan orang lain
- Kurang tertarik memperhatikan hal-hal baru dilingkungan sekitarnya, seperti hadirnya anak baru, adanya papan pengumuman di pojok kelas, dll
2. VISUAL (Visual Learners)
Gaya Belajar Visual (Visual
Learners) menitikberatkan pada ketajaman penglihatan. Artinya, bukti-bukti
konkret harus diperlihatkan terlebih dahulu agar mereka paham Gaya belajar
seperti ini mengandalkan penglihatan atau melihat dulu buktinya untuk kemudian
bisa mempercayainya. Ada beberapa karakteristik yang khas bagai orang-orang
yang menyukai gaya belajar visual ini.
Pertama adalah kebutuhan melihat
sesuatu (informasi/pelajaran) secara visual untuk mengetahuinya atau
memahaminya, kedua memiliki kepekaan yang kuat terhadap warna, ketiga memiliki
pemahaman yang cukup terhadap masalah artistik, keempat memiliki kesulitan
dalam berdialog secara langsung, kelima terlalu reaktif terhadap suara, keenam
sulit mengikuti anjuran secara lisan, ketujuh seringkali salah
menginterpretasikan kata atau ucapan.
Ciri-ciri gaya belajar visual ini
yaitu :
- Cenderung melihat sikap, gerakan, dan bibir guru yang sedang mengajar
- Bukan pendengar yang baik saat berkomunikasi
- Saat mendapat petunjuk untuk melakukan sesuatu, biasanya akan melihat teman-teman lainnya baru kemudian dia sendiri yang bertindak
- Tak suka bicara didepan kelompok dan tak suka pula mendengarkan orang lain. Terlihat pasif dalam kegiatan diskusi.
- Kurang mampu mengingat informasi yang diberikan secara lisan
- Lebih suka peragaan daripada penjelasan lisan
- Dapat duduk tenang ditengah situasi yang ribut dan ramai tanpa terganggu
3. KINESTETIK (Kinesthetic Learners)
Gaya belajar Kinestetik
(Kinesthetic Learners) mengharuskan individu yang bersangkutan menyentuh
sesuatu yang memberikan informasi tertentu agar ia bisa mengingatnya. Tentu
saja ada beberapa karakteristik model belajar seperti ini yang tak semua orang
bisa melakukannya. Karakter pertama adalah menempatkan tangan sebagai alat
penerima informasi utama agar bisa terus mengingatnya. Hanya dengan memegangnya
saja, seseorang yang memiliki gaya ini
bisa menyerap informasi tanpa harus membaca penjelasannya.
Ciri-ciri gaya belajar Kinestetik
yaitu :
- Menyentuh segala sesuatu yang dijumapinya, termasuk saat belajar
- Sulit berdiam diri atau duduk manis, selalu ingin bergerak
- Mengerjakan segala sesuatu yang memungkinkan tangannya aktif. Contoh: saat guru menerangkan pelajaran, dia mendengarkan sambil tangannya asyik menggambar
- Suka menggunakan objek nyata sebagai alat bantu belajar
- Sulit menguasai hal-hal abstrak seperti peta, symbol dan lambang
- Menyukai praktek/ percobaan
- Menyukai permainan dan aktivitas fisik
sumber: GAYA BELAJAR >>
Macam-Macam Gaya Belajar













